Breaking News

Menkumham Supratman: Festival KI 2024 untuk Kolaborasi dan Sinergitas Program KI Nasional

Minggu, 8 September 2024 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali , Surya Indonesia.net – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas mengajak masyarakat melihat bahwa kekayaan intelektual adalah investasi yang memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi. Namun, upaya ini hanya akan berhasil apabila ada ekosistem kekayaan intelektual yang bersinergi dan berkolaborasi kuat.

Bekerja sama, sinergi, dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan dalam menggerakkan suatu ekosistem termasuk ekosistem kekayaan intelektual yang terdiri atas elemen pengkreasian, pelindungan, dan pemanfaatan kekayaan intelektual.

Demikian disampaikan oleh Supratman pada gelaran Puncak Festival Kekayaan Intelektual 2024 pada 7 September 2024 di Taman Werdhi Budaya Art Center, Bali, dengan mengusung tema “Kekayaan Intelektual Terlindungi, Ekonomi Mandiri”. Momen ini juga menandai penutupan Rapat Koordinasi Teknis Kinerja Program Penegakan & Pelayanan Hukum Bidang Kekayaan Intelektual dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini merupakan salah satu contoh konkrit dari sinergi dan kolaborasi Kemenkumham dengan Kantor Wilayah Kemenkumham bersama para pemangku kepentingan di daerah, mulai dari komunitas, pelaku usaha, industri dan media dalam mendorong potensi kekayaan intelektual dan pembangunan sistem kekayaan intelektual,” ujarnya.

Ia mengajak semua pemangku kepentingan yang hadir untuk bersinergi dalam mempromosikan dan melindungi kekayaan intelektual, utamanya indikasi geografis yang dijadikan rezim tematik pada 2024. Melalui upaya bersama, dia yakin dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya IG, memperluas pasar bagi produk-produk terdaftar IG, dan memastikan bahwa hak-hak pemilik IG terlindungi dengan baik.

Hingga saat ini, DJKI terus melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program-program kekayaan intelektual. Salah satunya adalah program One Village One Brand untuk mendukung pelindungan terhadap destination branding atau desa wisata melalui pelindungan indikasi geografis atau merek kolektif.

Bali sendiri memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat besar karena ragam budayanya yang unik, dan terpelihara secara terus-menerus. Pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan intelektual telah menjadi salah satu kunci kesuksesan Bali menjadi destinasi wisata dunia. Bali memiliki berbagai produk indikasi geografis yang menjadi tumpuan roda perekonomian masyarakat, seperti Kopi Kintamani, Perak Celuk Bali, hingga Garam Amed.

“Indikasi geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan kekhasan suatu barang dan/atau produk dari suatu wilayah. Label indikasi geografis diberikan DJKI kepada sekelompok masyarakat yang produknya memiliki keunikan dan reputasi khusus yang tidak dimiliki daerah lain,” jelas Supratman.

Kendati demikian, masih banyak potensi kekayaan intelektual Bali yang dapat dikembangkan. Demi merangsang inovasi dan kreasi di Bali, DJKI menggelar seminar “DJKI Mendengar dan Mengedukasi” sebagai bagian dari rangkaian Festival Kekayaan Intelektual 2024. Tidak hanya seminar, DJKI juga memberikan layanan konsultasi kekayaan intelektual kepada masyarakat secara langsung.

Acara yang terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pelindungan kekayaan intelektual dalam upaya membangun ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Festival KI 2024 telah dihadiri oleh 3.000 peserta yang mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti talkshow tentang kekayaan intelektual, layanan konsultasi kekayaan intelektual, pameran produk kekayaan intelektual, dan pertunjukan musik. Peserta yang hadir berasal dari kalangan akademisi, industri, seniman, dan umum.

( Ags )

Berita Terkait

• Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Mulai Dipertanyakan
Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi, Wakapolda Bali Hadiri Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Bali
Kapolda Bali Terima Kunjungan Tim Board of Directors IAWP 2026, Bali Siap Gelar Event Polisi Wanita Dunia
Aktivis 98 dan Kepala Lingkungan diduga melakukan kekerasan tanpa hukum , AC Lubis mangkir panggilan Polisi
Wakapolri Pimpin Vicon Antisipasi El Nino “Godzilla”, Polres Tabanan Siap Perkuat Deteksi Dini Karhutla
Wujud Kepedulian Lingkungan, Kodim 1611/Badung Gelar Aksi Bersih Pantai di Kedonganan
Didukung Alat Berat Excavator, TNI Bersihkan Wilayah Pesisir Pantai Kedonganan
Cegah Provokasi di Era Digital, Kodim 1611/Badung Gelar Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:51 WIB

• Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Mulai Dipertanyakan

Selasa, 14 April 2026 - 18:48 WIB

Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi, Wakapolda Bali Hadiri Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Bali

Selasa, 14 April 2026 - 18:45 WIB

Kapolda Bali Terima Kunjungan Tim Board of Directors IAWP 2026, Bali Siap Gelar Event Polisi Wanita Dunia

Selasa, 14 April 2026 - 17:47 WIB

Wakapolri Pimpin Vicon Antisipasi El Nino “Godzilla”, Polres Tabanan Siap Perkuat Deteksi Dini Karhutla

Selasa, 14 April 2026 - 15:11 WIB

Wujud Kepedulian Lingkungan, Kodim 1611/Badung Gelar Aksi Bersih Pantai di Kedonganan

Selasa, 14 April 2026 - 15:10 WIB

Didukung Alat Berat Excavator, TNI Bersihkan Wilayah Pesisir Pantai Kedonganan

Selasa, 14 April 2026 - 15:08 WIB

Cegah Provokasi di Era Digital, Kodim 1611/Badung Gelar Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial

Selasa, 14 April 2026 - 15:06 WIB

Wujudkan Keamanan dan Ketertiban, Kodim 1611/Badung Gelar Kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial

Berita Terbaru